Selamat Datang Di Coretan Putra Aceh,

Thursday, 3 September 2015

Kabut asap di lhokseumawe

Dari pagi (3/09/15) sampai sore.. kota lhokseumawe hampir di tutupi oleh kabut asap. Dengan jarak pandang yang terbatas.. bukan hanya menganggu pandangan tp juga terjadang membuat srsak dan sulit tuk bernafas. Sinar matahari pun dari pagi bewarna orange.indah bagai purnama.daj bs diliat kelas oleh mata telanjang.. apa ini petanda biasa dari daerah tetangga.. atau sebuah peringatan untuk kita?

Wednesday, 26 August 2015

Negeri sendiri ibarat negeri orang

Usia semakin bertambah. Pendidikan yg di jalani hanya sebatas SMA. Tanggung jawab dalam kehidupan pun bertambah pula. sehingga sulitnya mencari lap pekerjaan. Padahl ilmu yg dimilikinya luar biasa terkadang melebihi yg menjandang ijazah S2. Inilah negeri kita. Semua berazaskan ijazah untuk bisa mendapat pekerjaan layak. Nah.. berarti bagi mereka yg tak memiliki ijazah dikarenakan biaya kehidupan yg tak mampu mereka penuhi, mereka tak berhak untuk mendapatkan pekerjaan. Miris terkadang saat terfikir oleh kita akan nasib dan model birokrasi pemerintahan di negeri ini. 

Permintaan masyarakat

Sebuah spanduk terpasang melintang tepat di simpang palapa jalan masuk arah pasar ikan kota lhokseumae. Spanduk yg bertuliskan isi hati para pedangang di tulis dengan mengunakan cat semprot di selembar kain putih. Kepada siapa di arahkan?

Saturday, 22 August 2015

Yok..ke waduk..

Pernah dengar kata Waduk? Pasti donk kebayang gimn bentuk waduk dan fungsinya... nah di lhokseumawe jugs ada waduk.. tapi waduk di lhokseumawe ini selain tempt menampung air.. digunakan juga oleh masyarakat untuk tempt kumpul... sore dan malam hari..
Berjejeran cafe dengan aneka minuman ringan sampai dentuman music yg saling bersaing... dapat kita dapati di waduk. Dulunya sih pernah di larang berjualan malam dan menghidupkan musik keras2 tapi cm berjalan beberapa hari saja.. hehhehe

Pantai ujong blang

Salah satu tempat wisata yg ramai di kunjungi masyarakat lokal dan luar daerah di kota lhokseumawe adalah pantai ujong blang. Pantai ujong blang merupakan salah satu objek wisata kota lhokseumawe yang telah dikenal.
Wisata pantai ujong blang yang ada di pinggiran laut lepas, saat ini jg banyak terdapat pondok2 rujak.

Thursday, 20 August 2015

Bangun tapi tak terbangun.

Keliling kota lhokseumawe.. banyak kita dapat perubahan saat ini. Dari pembangunan yg kini mulai menjamur di kota lhokseumawe. Ada banyak bangunan yg mulai di bangun di kota lhokseumawe. Dari bangunan yg berpenghuni dan di butuhin oleh masyarakat hingga bangunan yg terbengkalai krn tak di huni oleh masyarakat. Sebenarnya apa yg membuat pemerintah membangun sarana ini.. dan kenapa pula masyarakat tidak antusias.. bahkan ada yg sudah hancur di obrak abrik orang tak si kenal.

Gubuk "IKBAL" di Rancung

Kemarin 09/08 sempat jalan-jalan ke wilayah tempat wisata rancung sekitar beberaps meter lg mau tiba di.lokadi wisata.. saya sempat kaget dengan berjejerannya tenda2 kecil di pinggir jalan.

Setelahsaya perhatikan rupanya tenda tersebut merupakan aksi dari ikatan keluarga blang lancang (Ikbal) mereka menuntut gsnti rugi pihak PT. ARUN yg sampai skrng belum ada titik temunya. Tenda yg berbentuk seperti rumah gubuk tersebut memenuhi sepanjang jalan di lokasi wisata pantai rancung.  Miris memang…

Friday, 7 August 2015

Warung Kopi Aceh


Warung kopi di aceh… belum pas rasany bila hadir di aceh belum sempat nongkrong di warung kopi. Untuk merasakan rasa kopi aceh. Aneka kegiatan dan obrolan dr berbagai pihak dapat kita jumpai di warung kopi yg ada di aceh. Warung kopi di aceh bukan hanya sebgai tempat untuk menikmari kopi, tapi jg menjadi tempat kumpul, menyelesaikan tugas kantor atau kuliah, bisnis, dan lainnya

Saturday, 2 August 2014

Sejarah lahirnya Bangsa Aceh

Konon keturunan bangsa Aceh adalah dari tanah Persia. Seperti kita sering dengar kepanjangan ACEH sebagai Arab, China, Eropa, dan Hindustan (India). Namun sampai sekarang jarang para sarjana yang mengangkat kisah seperti ini. 
Hanya Affan Jamuda dan A.B. Lila Wangsa yang menulis “Peungajaran Peuturi Droe Keudroe (Pelajaran mengenal diri sendiri)” menyebutkan: Wangsa Acheh saboh wangsa nyang jak meunanggroe rot blah barat pulo Ruja. Wangsa nyan asai phon nibak wangsa Achemenia, Wangsa Achemenia nyang asai jih phon bah binak buket Kaukasus di Europa teungoh. 

Wangsa Achemenia nyang hudep bak thon 2500 GM (gohlom masehi). Wangsa Achemenia saboh wangsa nyang harok meurantoe, sampoe wangsa nyang meusipreuk bansaboh Asia, Afrika, Europa ngon pulo Ruja. Nyang saboh turonan neuweh u tanoh Parsi jeut keuwangsa Parsia, nyang sabih suke neuweh u pulo Ruja, dudoe teuma jeut keu-wangsa Acheh.Wangsa Acheh asai phon nibak wangsa Achemenia-Parsia-Acheh, Affan Jamuda and AB. Lila Wangsa, Peungajaran Peuturi Droe Keudroe (Pidie: Angkasa Muda, 2000).

Saturday, 19 July 2014

Iklan Jadul Indonesia.. hehehehe


Pasar Murah Di Halaman Mesjid Islamic Center Lhokseumawe

Teriknya Matahari yang menyinari ubun-ubun kulit kepala di siang bolong tidak membuat patah semangat setiap anak manusia yang mengantri di halaman mesjid islamic center, Kebutuhan yang tinggi akan bahan pangan dan sembako dibulan puasa membuat warga Lhokseumawe berbondong-bondong belanja sembako di pasar murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Lhokseumawe di halaman mesjid Islamic Center.



pemandangan yang menarik dari sisi pasar murah ialah antrian yang begitu panjang seperti likak likuk ular.heehehe... beragam macam kebutuhan pokok di jual dengan harga murah seperti beras, telor, tepung, minyak dan gula. 


ratusan masyarakat dari berbagai desa hadir dan ikut mengantri guna mendapatkan bahan-bahan pokok yang murah. dari yng ikut antrian yang tertib sampai ada yang coba-coba main dari belakang karena malas dalam mengantri. tapi karena sikap para petugas penatia pasar mura yang konsisten mereka tetap tidak melayani yang tidak masuk dalam antrian. 


sifat antrian merupakan salah satu contoh sifat bersabar yang harus kita jalani apalagi di dalam bula suci ramadhan ini. tapi masih saja sedikit masyarakat yang sadar dan pedulu terhadap budaya mengantri... hanya ikut mengantri bila ada yang awasi. berarti budaya itu belum tertanam di dalam hati setiap manusia,

Monday, 14 July 2014

kuburan Belanda di Tanah Aceh


Kuburan Kerkhoff merupakan pemakaman terbesar kedua tentara Belanda setelah yang pertama terbesar di Belanda. Kuburan Kerkhoff menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Belanda. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.

Kisah Awal pepatah "Mate Aneuk Meupat Jirat, Gadoh Adat Pat Tamita"

Sejarah mencatat bahwa Belanda memiliki pengalaman pahit di masa lalu ketika ingin menguasai bangsa Aceh. Bukti sejarah itu masihbisa kita saksikan pada hari ini di komplek kuburan militer Belanda di Kota Banda Aceh yang hingga saat ini masih terawat dengan baik. Kompleks kuburan ini lebih dikenal dengan nama Kerkhoff Peucut. Pemerintah kota Banda Aceh telah merawat dengan baik sekitar 2200 jasad prajurit Belanda, termasuk serdadu tawanan yang dibawa dari Ambon dan Pulau Jawa, pada saat Belanda memerangi Aceh 26 Maret 1873 sampai 1942.

Jika kita melihat foto gerbang kerkhoff tempo dulu (foto tahun 1890-1910), kita bisa melihat bagaimana asrinya pohon-pohon yang ada dilokasi kerkhoff, seolah olah itu bukanlah kuburan yang menyeramkan, suram, dan sepi melainkan sebuah taman abadi tempat peristirahatan terakhir para prajurit Belanda yang sudah bersusah payah mati-matian berusaha menaklukkan Aceh. Sampai sekarang pun kita bisa melihat bahwa kerkhoff tidak hanya sebuah kuburan tua saja, tetapi juga sebagai suatu “taman” sejarah dimana jika kita berada disini kita akan merasakan bagaimana rasa heroik para pejuang, para pendahulu kita yang telah mempertahankan setiap jengkal tanah Aceh dari awak kaphe untuk diwariskan kepada anak cucunya kelak. Ah, lagi-lagi kakek-nenek buyut ku tak memperdulikan nyawanya demi aku. Benar-benar bukti kasih sayang orang tua kepada anak.