Sejarah mencatat bahwa Belanda memiliki pengalaman pahit di masa lalu ketika ingin menguasai bangsa Aceh. Bukti sejarah itu masihbisa kita saksikan pada hari ini di komplek kuburan militer Belanda di Kota Banda Aceh yang hingga saat ini masih terawat dengan baik. Kompleks kuburan ini lebih dikenal dengan nama Kerkhoff Peucut. Pemerintah kota Banda Aceh telah merawat dengan baik sekitar 2200 jasad prajurit Belanda, termasuk serdadu tawanan yang dibawa dari Ambon dan Pulau Jawa, pada saat Belanda memerangi Aceh 26 Maret 1873 sampai 1942.
Jika kita melihat foto gerbang kerkhoff tempo dulu (foto tahun 1890-1910), kita bisa melihat bagaimana asrinya pohon-pohon yang ada dilokasi kerkhoff, seolah olah itu bukanlah kuburan yang menyeramkan, suram, dan sepi melainkan sebuah taman abadi tempat peristirahatan terakhir para prajurit Belanda yang sudah bersusah payah mati-matian berusaha menaklukkan Aceh. Sampai sekarang pun kita bisa melihat bahwa kerkhoff tidak hanya sebuah kuburan tua saja, tetapi juga sebagai suatu “taman” sejarah dimana jika kita berada disini kita akan merasakan bagaimana rasa heroik para pejuang, para pendahulu kita yang telah mempertahankan setiap jengkal tanah Aceh dari awak kaphe untuk diwariskan kepada anak cucunya kelak. Ah, lagi-lagi kakek-nenek buyut ku tak memperdulikan nyawanya demi aku. Benar-benar bukti kasih sayang orang tua kepada anak.



